Chapter 10

1114 Words

Setelah menutup teleponnya dengan Azalea, Carlos kembali fokus pada pekerjaannya. Tumpukan dokumen di meja kerjanya terlihat penuh, sementara layar laptopnya dipenuhi laporan dan jadwal rapat yang membuat kepalanya mulai pening. Ia menghembuskan napas pelan sambil memijat pelipisnya. Baru beberapa menit suasana tenang, suara ketukan terdengar dari pintu ruangannya. Tok tok. “Masuk.” Pintu terbuka perlahan dan Sabrina, sekretaris barunya, masuk sambil membawa beberapa dokumen dan secangkir kopi. Carlos langsung melirik sekilas. Dan seperti biasa… pakaian Sabrina terlalu mencolok untuk suasana kantor. Kemeja putihnya sengaja dibuka beberapa kancing, memperlihatkan belahan d**a samar, sementara rok hitam pendeknya membuat kaki jenjangnya terekspos jelas. Sabrina tersenyum manis. “Pak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD