Awan tidak tahu apa yang terjadi pada Aluna sampai istrinya itu duduk di lantai kemudian menatapnya dengan marah. Entah, tiba-tiba saja dia bad feeling. Terlebih kala dia melihat ada buku pernikahan dan kartu identitas yang tercecer di lantai di dekat Aluna duduk. Deg! Jantung Awan serasa meledak melihat kabut di mata Aluna. Baru kali ini dia melihat ekspresi sedih seperti itu. Sebelumya, tak sekalipun ia pernah melihat Aluna menitikkan air mata. Semoga bukan dirinyalah yang menciptakan duka nestapa itu, meski dia sendiri pun ragu mengingat masalah yang sudah dia buat. Aluna berdiri kala Awan mendekat. Dia mengambil kartu identitas yang ada di lantai. Dengan cepat, ia mengikis jarak kemudian memegang tangan Awan. Kartu identitas itu ia sentak kasar pada telapak tangan Awan dengan tat

