Bab 110 -- Kabut tipis di lereng gunung mulai turun lebih cepat sore itu, membawa aroma basah dari daun-daun pinus yang diterpa angin. Di depan sebuah gudang penyimpanan teh di batas bawah dusun tanpa nama, sebuah truk logistik tua bermuatan sembako dan pupuk sedang menurunkan muatannya. Sang sopir, seorang pria paruh baya bernama kurir logistik itu—pria paruh baya berkaus kumal—sedang menyerahkan nota pengiriman kepada Pak Joko, pemilik kebun. Di sudut teras balai dusun yang terletak tak jauh dari sana, Nara sedang duduk dengan tenang. Sebuah buku catatan bersampul lusuh ada di pangkuannya. Jemarinya yang kini tak lagi sehalus dulu bergerak telaten mencatat keluar-masuknya karung beras bantuan warga. Sesekali, ia berhenti untuk memijat punggung bawahnya yang kian terasa pegal. Kandung

