Bab 109

1468 Words

Hujan gerimis membungkus Jakarta dengan kabut tipis sore itu, menempel di kaca-kaca besar lantai puncak menara penthouse Devan Anggara. Di dalam perpustakaan pribadi yang luas dan sunyi, Devan duduk bersila di atas lantai kayu yang dingin. Di sekelilingnya, buku-buku berserakan, hasil dari pencariannya yang kalut selama berhari-hari demi menemukan apa pun yang bisa menghubungkannya kembali dengan Nara. Langkah kaki yang teratur terdengar mendekat. Julian berdiri di ambang pintu, membawa nampan berisi segelas air putih dan obat penenang yang sudah dua hari ini diabaikan oleh tuannya. "Tuan, tim logistik baru saja menyelesaikan pengosongan barang-barang Nona Nara dari paviliun rumah sakit sementara," ujar Julian, suaranya memecah keheningan ruangan dengan nada datar yang biasa. "Semua pak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD