Bab 101

1527 Words

Langit di atas Jakarta malam itu seolah tahu bahwa sebuah takdir besar sedang dipertaruhkan. Badai menderu dengan kejam, menumpahkan miliaran kubik air yang langsung menghantam atap dan dinding kaca rumah sakit pribadi Grup Rueben. Petir menyambar bergantian, menciptakan kilatan putih yang mengerikan sekaligus deru guntur yang mampu meredam suara apa pun di bumi. Bagi tim keamanan Devan, badai ini adalah gangguan visual dan teknis yang menyebalkan. Namun bagi Nara, badai ini adalah berkah terbesar dari alam semesta. Ini adalah simfoni pengalih perhatian. Di dalam kamar barunya di sayap barat yang lebih kecil, Nara duduk di tepi ranjang dengan pakaian yang sudah berganti. Tidak ada lagi gaun malam sutra atau piyama rumah sakit yang longgar. Ia mengenakan celana jins hitam yang longgar, ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD