“Jadi, Alifa sudah punya anak?” sepertinya Tika berusaha menyangkal, sangat ingin mendengar bahwa apa yang baru saja diucapkan Adrian hanya gurauan semata. “Iya.” balas Adrian. “Bisa saja bohong, maksudnya begini.” Tika mengusap wajahnya. “Kalian sudah berpisah sejak lama, bisa saja Alifa menikah lagi dan itu bukan anak kamu.” “Ibu mau bilang kalau anak itu bukan darah dagingku?” Adrian menatap penuh selidik. “Tentu. Aneh rasanya jika tiba-tiba Alifa mengatakan anak itu darah dagingmu.” meski sulit menjelaskan, Tika tetap berusaha mengelak. “Karena waktu itu dia sepakat untuk menggugurkan kandungannya. Janinnya sakit, kemungkinan besar lahir dalam keadaan cacat, nggak mungkin mereka mengambil resiko dengan tetap mempertahankan.” jelasnya. “Ibu pernah bilang, dulu Alifa menggugurkan

