Bab 22. lelaki jahat

858 Words

Tidak bermaksud untuk memberitahukan tempat tinggalnya, namun kondisi Alifa saat ini sulit untuk mengelak lagi. “Ini rumahmu?” tanya Adrian, saat mobil yang mereka tumpangi sampai di depan rumah Alifa. “Kamu sudah tahu, jangan pura-pura.” balasnya dengan nada kesal. Adrian hanya tersenyum saja. Tuduhan wanita itu benar, ia sudah tahu tempat tinggal Alifa sejak beberapa waktu lalu. “Kamu boleh langsung pulang, terimakasih untuk bantuannya.” “Nggak ngajak mampir dulu?” Adrian berharap. “Udah anterin kamu pulang, masa gak nyuruh mampir. Mobilku pasti ditahan, karena parkir sembarang dan ditinggalkan begitu saja.” Adrian mengikuti Alifa, setelah tahu mobil wanita itu tiba-tiba berhenti di tengah jalan, ia segera menghampiri tanpa peduli dengan mobilnya sendiri yang mungkin saat ini di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD