Bab 34

1006 Words

Kaisar dan Xin Yao sudah pergi, membawa kitab hitam dengan hati-hati. Mereka sama sekali tak menyadari ada sosok lain yang sejak tadi bersembunyi di balik pilar besar, menguping setiap kata yang terucap. Wanita itu pun segera keluar dan menuju ke istana Chun Ming. Ibu Suri duduk di ruang pribadinya. Wajahnya pucat, jemarinya bergetar memegang cawan teh saat mendengar setiap kalimat yang keluar dari bibir dayang kepercayaannya. Bayangan percakapan Kaisar dengan peramal istana terus terngiang di kepalanya. "Keturunan Liang … kembali?" bisiknya, nyaris tanpa suara. Mata tuanya melebar, seolah ada sesuatu yang mencengkeram dadanya. Ia menggenggam dadanya kuat-kuat, menahan napas yang semakin sesak. “Tidak … itu tidak mungkin. Semua sudah berakhir puluhan tahun lalu …” suaranya bergetar.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD