Bab 30

1036 Words

saya bisa gila kalau begini terus.” Kaisar terdiam sejenak, lalu menatap wajahnya yang cemberut. Senyum tipis muncul di bibirnya, namun matanya berkilat penuh rasa gemas. Ia ingin tertawa melihat pipi bulat Xin Yao yang menggembung karena kesal. “Ya ampun,” gumam Kaisar, suaranya rendah, “kalau wajahmu seperti itu, rasanya aku ingin—” ia menahan kalimatnya, namun tangan besarnya sudah terulur meraih dagu Xin Yao. Xin Yao menepisnya cepat, wajahnya memerah. “Paduka! Saya sedang serius!” Kaisar mendekatkan wajahnya, menyeringai. “Kamu ingin aku izinkan keluar?” tanyanya pelan. Mata Xin Yao langsung berbinar, kilau harapan menyala di sana. “Ya! Saya bosan terus berada di istana.” Kaisar lalu menepuk pahanya dengan ringan. “Kalau begitu, sini.” Xin Yao terbelalak. “Maksud Paduka apa?!”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD