28. Bukti Nyata

1532 Words

Sera berjalan perlahan keluar dari kamarnya. Sudah sejak lama dia tidak keluar kamar dan menikmati suasana. Semenjak didiagnosa menderita suatu penyakit berat dan mematikan, Sera lebih sering mengurung dirinya di kamar. Sesekali, dia memang keluar untuk menyapa maminya, tapi itu hanya bisa dihitung dengan jari. Rasa rendah dirinya terlalu mendominasi hingga dia tidak memiliki keinginan apapun. Dulu, dia adalah gadis yang manis dan lembut. Tidak pernah meninggikan suara atau melakukan hal buruk lainnya. Ketika sesuatu yang buruk terjadi, dia lebih suka memendam semuanya sendiri dan mengikhlaskannya saja. Kini, semua berubah. Dia merasa hidupnya hancur dan tidak lagi memiliki masa depan. "Mi?" Sera memanggil maminya. Biasanya dia melihat Elena berada di dapur atau menonton televisi sam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD