“Cepetan jalannya!” Alaric mendecak. “Iya,” Luna tertatih-tatih berusaha mengikuti langkah Alaric dan Natha. “Ngerepotin aja! Sudah gue bilang, lo nggak bakal cocok pergi ke tempat begini, malah maksa minta ikut,” Alaric menggerutu. Natha yang mendengarnya hanya geleng-geleng kepala dan menatap Luna dengan pandangan iba. Hari ini Alaric dan Natha hunting foto ke daerah perbukitan dan Luna bersikeras minta ikut. Sebenarnya Alaric tidak ingin Luna ikut karena lokasi kali ini pasti terlalu sulit untuk ditempuh Luna. Tapi Luna tetap memaksa. Dan benar saja, Luna kesulitan mengikuti langkah Natha dan Alaric. Beberapa kali Luna minta berhenti karena kecapekan dan itu membuat Alaric kesal karena mereka jadi kehilangan banyak waktu. Dari kota hingga ke jalan besar di dekat desa memang bisa di

