BAB 48

1752 Words

Luna mengelus-elus perutnya sambil tersenyum ceria. Matanya berbinar bahagia. Sejak tahu keberadaan si jabang bayi dalam rahimnya, segala duka seolah terangkat dari bahunya. Hati Luna jauh lebih lega. Hidupnya terasa lebih ceria, ia kembali jadi pribadi periang dan lebih banyak tawa. Ia bahkan tak lagi memusingkan keberadaan Alaric—yang barangkali sedang bersama Sellina. Meski berbadan dua dan kondisi fisik belum stabil, Luna harus tetap mandiri. Ia tak mungkin bermanja-manja seperti perempuan lainnya yang hamil muda. Mana mungkin ia bisa merengek meminta ini-itu kepada suaminya, sedangkan sang suami itu saja tidak tahu bahwa ada buah hati mereka yang sedang tumbuh di dalam rahimnya. Bukan tidak mau. Perempuan mana yang tidak ingin dimanja atau dituruti segala keinginannya selama mengida

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD