BAB 49

1256 Words

“Jadi ada berita apa?” tanya Luna sambil menggeliatkan badan. Setelah tidak jaya makan siang, Luna memutuskan untuk tidur siang. Si Kakak rupanya mewarisi sifat suka dan gampang tidur dari ibunya. Kalau diajak tidur, Kakak langsung anteng. Mual dan pusing yang dirasakan Luna langsung hilang seketika begitu ia membaringkan tubuh di kasur. Wah, Ayah nanti harus latihan beban lebih rajin lagi nih, karena Ibu dan anak sama-sama Sleeping Beauty wannabe. Akan ada dua orang yang harus digendong Ayah ke kamar karena ketiduran di depan televisi setiap malam. Luna terbangun menjelang jam empat sore mendengar panggilan telepon dari Fanya. “Nggak ada, semua baik. Cuma emang gue rada kerepotan nggak ada lo,” ujar Fanya di seberang telepon. “Sori ya, gara-gara gue sakit, lo jadi banyak kerjaan,” se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD