Luna menuang bumbu kecap, bumbu kacang, dan potongan cabai rawit, lalu membaginya ke dalam tiga mangkuk terpisah dan meletakkannya di meja makan. Lalu ia membuka microwave dan mengambil sate yang baru saja selesai dihangatkan. Siang tadi, setelah muntah di kamar mandi dan bertanya kepada Kakak mau makan apa, tiba-tiba Luna memang ingin makan sate maranggi, sate legendaris khas Purwakarta. Malam ini, secara ajaib Alaric pulang membawa 50 tusuk sate maranggi, 20 tusuk sate kambing, dan 30 tusuk sate sapi! Hari ini Luna merasa sangat bersyukur dan gembira. Ia bahkan bisa sedikit lupa pada peristiwa di sofa yang membuat wajahnya memerah beberapa menit lalu. Si Kakak juga seolah ikut gembira dan menari-nari di dalam perutnya. Oke, Luna berlebihan. Tidak ada bayi berusia enam minggu yang bisa

