BAB 81

1136 Words

Gadis kecil itu berhenti main boneka dan serta-merta menoleh ke arah pintu begitu terdengar suara mobil memasuki halaman. Senyum terkembang di wajahnya yang bulat dan menggemaskan. “Tata!” ujar gadis itu dengan semangat. Matanya seketika membulat. Segera gadis itu dengan kaki-kaki kecilnya tertatih-tatih berlari menuju pintu. Luna sigap berdiri dan menyusul si kecil kesayangannya. “Tata!” ucap gadis kecil itu dengan mata berbinar sambil menoleh ke arah Luna. “Iya, Ayah pulang,” sahut Luna sambil tertawa geli. Kamari selalu seperti itu. Sang Cahaya Cinta dalam hidup mereka itu selalu antusias menyambut ayahnya pulang kerja. Kamari sudah hafal suara mobil ayahnya. Gadis kecil yang hampir berusia setahun itu akan cuek saja jika mobil orang lain yang datang. Tetapi jika suara mobil ayahny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD