BAB 84

1954 Words

Alaric berjalan menuju kamar sambil bersiul. Wajahnya tampak riang. Sambil menunggu Luna selesai perawatan di spa, tadi ia berkeliling di sekitar Ubud untuk berburu objek foto menarik. Ubud benar-benar tempat yang luar biasa. Banyak sekali mahakarya Tuhan yang bisa diabadikan. Waktu tiga jam pun rasanya belum cukup untuk memuaskan hasratnya. Untung ia tidak lupa untuk membawa serta peralatan fotografi miliknya. Sambil bersenandung, Alaric membuka pintu kamar. Ia tidak sabar untuk bertemu dengan istrinya tercinta. Setelah perawatan di spa, kulit Luna pasti semakin halus dan wangi. Itu artinya, malam ini ia bisa tidur sambil membelai kulit Luna yang selembut sutra. Membayangkannya saja rasanya hati Alaric sudah melompat-lompat kegirangan. Alaric melangkahkan kaki memasuki kamar sambil mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD