BAB 85

1073 Words

Luna membuka mata dan melirik jam dinding. Pukul 05.00. Ia biasa bangun pada jam yang sama setiap harinya. Di ranjang hanya ada Kamari, Alaric sudah tidak ada. Alaric memang biasa bangun lebih pagi daripada Luna. Luna bangkit dari ranjang dan melangkah ke luar kamar. Lampu ruang keluarga belum menyala. Luna jadi bertanya-tanya. Alaric ke mana? Luna menyalakan lampu ruang keluarga dan beranjak ke ruang makan. Sesampainya di sana, Luna tertegun. Di atas meja, ia melihat sebuah kue yang menarik perhatian. Sebuah kue yang dibuat dengan bahan yang tidak biasa. Ingatan Luna berputar ke sebuah kejadian di masa silam. “Lo urus sendiri aja ya, gue tungguin di sini,” ujar Luna kepada Fanya. “Masa gue sendiri?” protes Fanya. “Ya nggak apa-apa. Lo belajar ngurus sendiri gih. Gue capek, pengin du

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD