BAB 28

1434 Words

Semburat jingga di langit Jakarta mulai memudar, berganti dengan selimut malam yang perlahan turun saat mobil Alaric memasuki gerbang kediaman besar keluarga Baratajaya. Luna melirik suaminya yang tampak sedikit lebih santai malam ini. Kencan mereka hari ini, meski sempat diwarnai drama cemburu karena kehadiran Rosi, ternyata berakhir cukup manis. Begitu pintu utama terbuka, sambutan hangat langsung terasa. Pak Baratajaya dan istrinya sudah menunggu di ruang tengah. Senyum lebar mengembang di wajah keduanya saat melihat anak dan menantu kesayangan mereka datang berkunjung. “Nah, ini dia pasangan sibuk kita akhirnya sampai,” sapa Pak Baratajaya sambil menepuk bahu Alaric bangga. Bu Baratajaya tidak kalah antusias. Beliau segera merangkul Luna, seolah sudah berbulan-bulan tidak bertemu. “

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD