BAB 29

2025 Words

Luna terbangun mendengar handphone-nya berdering. Dengan kesadaran seadanya, ia meraba-raba mencari telepon genggam yang berisik itu. Ternyata Fanya. Luna melirik jam, pukul 23.30. “Hmmmm ...” jawab Luna dengan suara malas. “Lo udah tidur ya?” tanya Fanya. “Menurut lo?” sahut Luna ketus. “Hahaha ...” Fanya tertawa. Luna makin kesal. “Sori, gue mau cerita.” “Ya ampun, lo mau cerita apaan sih? Nggak bisa besok apa?” “Penting nih. Harus diceritain sekarang. Urgent!” “Ya udah, cepetan.” Luna mengubah posisi tidur dari telungkup jadi terlentang agar bisa mendengarkan cerita Fanya lebih jelas. “Tadi gue nggak bisa tidur,” Fanya mulai bercerita. “Terus gue iseng i********:-an. Gue kepoin akunnya Natha. Teruuusss, sambil baca doa gue follow akunnya. Dan lo tahu apa yang terjadi kemudian?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD