Paris, tiga tahun lalu Dadanya serasa akan meledak oleh rasa rindu yang teramat dalam yang sebentar lagi akan terobati. Perjalanan Jakarta—Paris empat belas jam di atas udara, ditambah waktu transit yang memakan waktu beberapa jam, terasa begitu panjang dan melelahkan. Namun, semua itu seolah menguap begitu saja, berganti dengan rasa bahagia yang seolah membuat jantungnya melompat-lompat gembira. Semakin dekat ia dengan tempat tujuan, debaran jantungnya pun semakin bertambah kencang. Ia tak sabar untuk bertemu dengan perempuan yang sangat ia cintai itu. Ia ingin memeluk perempuan itu erat-erat dan menciumnya selama mungkin, hingga semua rasa rindu yang tertahan selama ini tuntas terlampuaskan. Taksi yang ia tumpangi berhenti di depan sebuah rumah tinggal di sebuah gang yang tenang. Sete

