BAB 34

1662 Words

Natha menarik napas. Yang terpampang di hadapannya membuat dia sulit untuk berkata-kata. Tadi Luna tiba-tiba mengajak bertemu sepulang kerja. Sekarang di sinilah mereka berdua, di kafe tak terlalu jauh dari kantor. Luna memilih tempat duduk di luar. Suasana kafe malam ini tidak terlalu ramai. “Natha,” panggil Luna. Natha mengangkat wajahnya dan menatap Luna. Ia bingung harus berkata apa. “Kenapa diam?” Seorang pelayan datang mengantarkan pesanan mereka. Segelas jus jambu untuk Luna, secangkir espresso untuk Natha, plus seloyang pizza dan seporsi kecil baked cheese rice yang dipesankan Natha untuk Luna. Natha lega. Setidaknya kehadiran pelayan dan pesanan mereka bisa membantu dia mengulur waktu. “Kamu makan dulu.” Luna menggeleng. “Kamu jawab dulu.” “Makan dulu, habiskan makananmu ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD