BAB 40

1000 Words

Luna membuka mata dengan perasaan berbunga-bunga. Dilihatnya Alaric yang masih terlelap di sampingnya. Lengan Alaric masih memeluk pinggangnya. Luna menggeser posisinya agar bisa lebih dekat ke Alaric. Dibelainya pipi suaminya dan dipandanginya wajah lelaki yang sangat dicintainya itu dengan begitu banyak perasaan bahagia. Luna merasakan perasaan yang luar biasa memenuhi seluruh dadanya. Dikecupnya lembut pipi Alaric yang masih tertidur lelap. “I love you,” bisiknya penuh perasaan. Semalam benar-benar luar biasa. Ternyata begini rasanya. Luna tersenyum sendiri. Rupanya benar kata orang, bahagianya tak dapat diungkapkan. Luna ingat benar betapa lembut Alaric menyentuhnya semalam. Setiap sentuhan Alaric terasa begitu melenakan, setiap ciuman Alaric terasa begitu memabukkan. Ternyata begini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD