BAB 22

1044 Words

Luna menatap Alaric yang berdiri di hadapannya. Wajah Alaric terlihat begitu tampan. Alaric tersenyum dan membelai pipi Luna. “Aku mencintaimu,” ucap Luna perlahan. Alaric tersenyum. “Aku juga mencintaimu, Luna. Aku sangat mencintaimu.” Mata Luna berkaca-kaca. Akhirnya kata-kata indah itu terucap juga dari bibir Alaric. Alaric menarik dagu Luna mendekat dan kemudian memeluknya. Luna membalas pelukan Alaric. Betapa nyaman rasanya dipeluk seperti ini. Luna menyandarkan kepalanya di d**a suaminya. Ia bisa merasakan napas Alaric yang naik turun dan detak jantung Alaric yang terdengar jelas di telinganya. Alaric memeluknya semakin erat. Luna tidak bisa menjelaskan apa yang dirasakannya saat ini. Bahagia, hanya bahagia. “Luna...” panggil Alaric. “Ya?” Luna mengangkat wajahnya dan menatap m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD