56~Bukan Cinderella

1336 Words

“Ma, aku ngelamar Lita, ya?” tanya Reno setelah cukup lama menemani Fathiya makan buah di sore hari. “Kan, enak kalau ada Tirta sore-sore begini? Nggak sepi. Apalagi kalau nanti ada adeknya.” Kunyahan Fathiya tidak terjeda. Ia tetap menikmati makanannya tanpa menoleh pada Reno yang duduk di sampingnya. Sesekali, Reno pun mencomot buah yang ada di piringnya dan ikut memakannya. “Ade Tirta, ato Lita?” cibir Fathiya. “Itu, kan, otomatis,” jawab Reno. Ia terkekeh pelan. Tidak ingin terlalu menuntut dan mendesak sang mama. Ia ingin membuat semuanya sesantai mungkin, agar tidak membebani pikiran Fathiya. “Dah nak betul, ke? Kahwin?” “Dengan Lita? Iya?” Reno manggut-manggut. “Daripada dia diserobot orang lain.” “Serah kaulah.” “Ha?” Reno mengerjap. Untuk beberapa saat, mulutnya tidak kunj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD