Lita tidak langsung berjalan setelah menutup pintu mobil. Ia memandang Tirta di gendongan Reno, yang terlihat semakin menggemaskan dengan setelan baju model tuxedo berwarna navy. “Ayo masuk.” Reno meraih tangan Lita dan menggenggamnya. Mereka sudah seperti keluarga kecil yang bahagia. “Kok aku jadi malas ketemu mereka, ya?” Untuk pertama kalinya, Lita menggenggam erat tangan Reno seperti seorang kekasih. Meskipun tidak ada komitmen yang terucap, tetapi semua sikap Reno kepadanya sudah cukup membuat Lita yakin melangkah bersama pria itu. “Sudah, nggak papa,” ujar Reno segera membawa Lita memasuki restoran dengan konsep terbuka yang family friendly. Ada tempat bermain untuk anak, meskipun Reno tidak yakin Tirta bisa bermain dengan bebas di sana. “Oia, aku hampir lupa. Kalau lihat Riko ata

