Bab 37. Rapat Darurat

1591 Words

Ruang kerja Yaksa di lantai 15 sebuah gedung megah di pusat kota Jakarta sudah ramai. Seluruh keluarga Maheswara berkumpul, kecuali eyang Ni. Di sofa tunggal, Yaksa duduk dengan wajah tegang. Sementara di sebelahnya, manajer keuangannya berkali-kali membetulkan letak kacamata, gelisah. “Bagaimana bisa ada pembelian saham dalam jumlah besar dengan harga murah tanpa terdeteksi begini?” Yaksa memijit pelipisnya, desahan gundah mengakhiri kalimat tanyanya yang retoris. Semua orang di ruangan itu terdiam. Entah salah siapa, tapi masalah kali ini jelas sudah direncanakan dengan matang dan kemungkinan ada campur tangan orang dalam. “Satu-satunya data keuangan yang aman hanya milikmu, Arka.” Yaksa menatap putranya lekat. Ada sekilas harapan dalam sorot mata tuanya. “Jadi untuk sementara mungki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD