"Minum! " kata dokter dengan penuh paksaan, menjepit kedua pipi Dita, agar ia bisa dengan mudah memaksa Dita untuk meminum obat yang ia bawa. "Emmmh... Dokter dan juga Andi terus memaksa Dita untuk meminum obat penggugur kandungan tersebut, Sedangkan Dita tetap berusaha menutup mulutnya rapat-rapat, agar tidak menyentuh obat tersebut di saat suasana yang terasa begitu sangat tegang, terlebih Dita sedang berjuang untuk tetap menyelamatkan anaknya, tiba-tiba ada seseorang yang menendang pintu rumah Herman secara kasar, hingga membuat beberapa orang yang ada di dalam rumah Herman itu terkejut , tak terkecuali dengan Dita. "Silahkan kalian lanjutkan apa yang ingin kalian lakukan terhadap wanitaku, maka detik itu juga hidup kalian akan hancur!" teriak Devan dengan penuh ketegasan, membuat

