64

1454 Words

POV Dinda "Setau aku gak ada, Om." "Gak ada masalah kok Yana nangis terus ya, Din? Apa kamu bisa ke sini sebentar? Mungkin keberadaanmu bisa menghibur Yana." Aku memandang suamiku, dia mengangguk kecil. "Iya, Om, ini aku mau jalan ke situ sama suamiku." "Iya, Din, Om tunggu." "Iya, Om." Lalu, aku mematikan sambungan. "Gak papa nih, Mas, kalau kita ke rumah Yana dulu?" tanyaku sambil menggeser tubuh mendekat ke arahnya lalu tanganku melingkari pinggang suamiku. Mas Angga mengangguk kecil. "Tidak papa, Sayang. Tapi dua jam saja di rumah Yana-nya, ya?" Dia menatapku sekilas. "Iya, Mas. Aku bertanya-tanya Yana ada masalah apa, ya, sampai sebegitunya? Setahuku, di kampus dia gak punya musuh." Tatapan Mas Angga sedikit menyipit, seolah ia tengah mengingat sesuatu. "Apa, Mas?" tanyaku.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD