POV Dinda "Kenapa dia?" tanya Mas Angga saat ia menatap layar HP-ku. "Gak tau, nih. Tiba-tiba dia WA gini," ucapku sambil menatap layar HP. Aku mengetik, Kamu ada masalah apa, Yan? Besok aku ceritain, Din. Sekarang aku hanya bisa nangis. Balas Yana Aku memandang Mas Angga. "Katanya mau ceritain besok, Mas." Mas Angga mengangguk, tangannya merangkul pundakku. "Iya, Mas baca juga." Dia menatap HP-ku. "Mungkin dia sedang tidak punya uang, Sayang." "Bisa jadi sih, Mas." Tapi rasanya gak mungkin kalau Yana begini karena tidak punya uang. Sahabatku itu walau hidup sederhana, namun ia rajin sekali menabung. Jadi gak ketang satu juta, dia pasti punya uang. "Oh ya, Mas lupa. Mas pernah bilang padanya waktu itu pas awal menikah, jika dia mau membantu Mas dengan cara menginap di rumah dan men