Arunika, sempat terkejut ketika ponselnya bergetar di dalam tas. Ia baru saja selesai membersihkan tangan di taman terdekat dari tempatnya jatuh, masih merasa sedikit pusing karena kejadian tadi. Saat layar ponsel menyala, matanya langsung tertuju pada nama pengirim. Pak Dekan dengan pesannya singkat. Pak Dekan: Kamu boleh terlambat datang. Noelle juga sedang tidur. Arunika terdiam beberapa detik menatap layar itu. Pesan yang sederhana, tetapi entah mengapa membuat dadanya sedikit lebih ringan. Ia bahkan tidak sadar sejak tadi menahan napas. “Baik,” gumamnya pelan pada dirinya sendiri. “Aku bisa santai dan ambil waktu buat diri aku sendiri.” Karena itulah akhirnya ia memutuskan pulang dulu ke apartemen sebelum kembali ke rumah sakit. Tubuhnya masih bau sampah, rambutnya juga terasa le

