*Author Pov* Di babak kedua ini, Rio masih bertahan untuk tidak menurunkan dirinya atau Haqi bertanding. walaupun ketiga junior nya terlihat cukup kewalahan menghadapi tim lawan. "Lo yakin gak mau ganti mereka?" tanya Haqi yang sejak tadi selalu mengamati jalannya pertandingan dengan serius. Rio mengangguk, "Kalau bukan sekarang, kapan lagi mereka akan merasakan pertandingan seperti ini tanpa kita? walaupun mereka sering latihan tanpa kita, tetapi menurut gw, latihan dan terjun langsung selama pertandingan adalah hal yang berbeda." "Gw setuju. Tapi kalau mereka kalah di pertandingan ini, kesempatan kita buat ke pertandingan tingkat nasional akan lebih lama dan sulit." "Gw tahu, tapi gw lebih milih mereka berkembang." jawab Rio singkat. Alvan diam-diam tersenyum mendengar jawaban ya

