Seratus Sepuluh

211 Words

*Author Pov* "Nyariin Juna? siapa?" tanya Juna saat ia akhirnya bisa mengunjungi padepokan setelah sekian lama. "Aduh, Mas Satria lupa namanya. Kalau gak salah, Mas pernah liat kamu ngobrol sama dia." "Yeee, kan ngobrol mah bisa sama siapa aja." "Nanti kalau inget mas kabarin deh. Tapi dia emang cuma nanya apa kamu udah jarang ke sini. Mas jawab aja kalau akhir-akhir ini kamu sibuk banget, jadi udah jarang ke sini." Juna pun henya menganggukan kepalanya, walaupun ia masih belum bisa menebak siapa yang mencarinya. "Dia murid sini?" tanya Juna sambil membuka bungkus ciki yang ia bawa. "Adek nya yang murid di sini." Sambil memakan ciki itu satu persatu, ia memikirkan pemuda yang sebaya dengan nya mencarinya di sini. Yang tahu jika dirinya sering pergi ke sini hanya beberapa teman nya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD