Seratus Sembilan

242 Words

*Author Pov* Juna menyampir kan tasnya ke bahu, ia berjalan menuju tempat parkir motor yang berada di belakang gedung sekolah. Suasana masih terlihat ramai karena jam pulang baru berbunyi lima belas menit yang lalu. Harusnya hari ini Juna ada latihan sepak takraw, tapi ia harus pergi ke rumah teman ibunya dulu karena pemuda itu di berikan titipan dari Mamahnya untuk menyerahkan satu goodie bag untuk temannya itu. Padahal kemarin Juna sudah protes karena ia ada jadwal latihan. "Kenapa gak titip ke Mbak Ina aja Mah?" "Rumahnya tante Eli itu jauh lebih deket dari sekolah kamu. Kalau dari kampusnya Mbak mu yang ada muter. Kan cuma sebentar, Jun. Kamu kan bawa motor, kasih itu bentar terus balik lagi kan bisa." Karena Mamah sudah berkata seperti itu juga ancaman terselubung yang di ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD