Delapan Puluh Tujuh

221 Words

*Author Pov* Motor Satria berhenti tepat di depan Ina, kakak perempuan Juna. "Maaf aku telat. Mau langsung berangkat sekarang aja?" tanya Satria sambil memberikan helm pada Ina. "Iya, Mamah sama Papah udah berangkat duluan katanya." Wanita itu pun duduk di boncengan motor milik Satria. "Gara-gara ada urusan di kampus jadi gak sempat buat ikut bareng mereka." lanjutnya. Satria pun mulai melajukan motornya menuju gedung olahraga dimana pertandingan penyisihan babak kedua di adakan. "Ini kan bukan pertandingan final, kenapa kalian sekeluarga nonton?" "Katanya mau liat Juna bertanding langsung, waktu pertandingan pertama nya itu kan, orang tua ku gak bisa liat. Walaupun mereka udah liat rekaman pertandingan nya sih." Satria tertawa kecil, "Jadi mereka tetep penasaran untuk liat se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD