Sembilan Puluh Delapan

222 Words

*Author Pov* Karena kemarin Sania belum bisa memberikan ucapan selamat pada Juna, ia akhirnya memilih untuk mengucapkan selamat padanya hari ini. Sejak pagi Sania sudah sangat bersemangat menunggu Juna, tetapi sampai jam masuk berdering pun ia belum juga melihat sosok Juna. Saat ia memasuki kelas, ia tidak melihat Riri. Sania pun bertanya pada Rosa yang sejak beberapa minggu ini menjadi teman sebangku nya. "Si Riri belum masuk?" "Riri masih ijin sama anak-anak olahraga yang masuk babak penyisihan terakhir. Kan mereka main dua hari. Lo gak tau?" Sania menggeleng kan kepalanya, ia pikir jika Juna hanya bermain satu hari seperti kemarin. Tetapi rupanya mereka masih berada di sana. "Lo masih berantem sama Riri?" tanya Rosa tiba-tiba. "Gak juga." "Mending cepet baekan lo, gak baek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD