*Author Pov* Putra melihat permainan timnya dengan sangat serius, ia bisa dengan cepat melihat siapa saja yang melakukan kesalahan. Dalam sepak takraw, Putra di kenal sebagai anggota tim yang tidak segan untuk menegur kesalahan siapapun, termasuk jika yang melakukan kesalahan itu adalah kakak kelasnya. "Serius amat lo." sapa temannya sambil membuka tutup botol miliknya dan meneguk isi minuman tersebut hingga tinggal setengahnya. "Berisik lo." Rudi mendengus geli, "Ngomong-ngomong bukannya temen lo juga lolos babak kualifikasi kemarin ya? berarti ada kemungkinan mereka bakal jadi lawan kita?" Putra hanya melirik sekilas lalu kembali melihat latihan tim-nya. "Kalau gak salah temen lo itu-" "Bisa gak lo diem? bacot banget lo." "Santai bro, gw kan cuma mau tau kabar temen lo itu."

