Seratus Tiga Belas

206 Words

*Author Pov* Suara bising dari jalanan yang macet membuat Juna semakin bete, ia sudah telat ke sekolah Sena untuk latihan gabungan karena kena remidi pelajaran matematika. Lalu sekarang saat ia sedang buru-buru, jalanan malah macet seperti ini. Juna lagi-lagi melirik jam di pergelangan tangannya, ia sudah telat dua puluh menit. Sejak keluar dari gerbang sekolah pun, Rio sudah meneror nya untuk segera datang. Karena yang remidi hanya Juna, mau tidak mau anggota yang lain pergi lebih dulu. "Ini ada komo lewat apa gimana dah? macet banget." gerutu Juna. Bukan hanya karena ia sudah telat, tetapi juga karena cuaca yang masih cukup panas walaupun hari sudah sore. "Hauusss gilaaa!" dumel Juna setengah berteriak. Ia sudah tidak peduli lagi kalau orang-orang yang terjebak macet juga me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD