Di markas Respati .... Eric terkulai lemah di atas lantai yang lembap dan pengap. Suasananya gelap. Suhu dingin di sana cukup ekstrem. Ia berdiri. Kedua tangannya diikat dengan rantai yang ada di masing-masing ujung tiang. Kedua kakinya dipaksa terbuka lebar. Lingkaran besi yang terkunci membelenggu kedua lutut di sisi kanan dan kirinya. Pakaian sudah ditanggalkan. Hanya tersisa celana pendek yang menutupi bagian intinya. Wajahnya babak belur. Hidung dan bibirnya berhias darah yang sudah setengah kering. Ruang itu luas. Tiap sisi dindingnya terdapat banyak senjata yang terpajang. Di tiap sudutnya terdapat sebuah papan dengan bentuk yang berbeda. Namun, dari semua hal yang ada di sana, Eric menangkap satu hal--alat-alat itu digunakan untuk menyiksa sekaligus mengeksekusi musuh Re

