Bab 10

1160 Words

"Ingat janjimu pada Tuan Respati." Brian memberi peringatan keras setelah mobil itu berhenti tepat di halaman rumah Eric. "I–iya. Saya paham." Eric berujar lemah. Pria itu duduk di samping kursi kemudi dengan kondisi yang benar-benar lemah. "Sekarang turun dan lakukan tugasmu." Susah payah, Eric membuka pintu mobil. Ia langsung terjatuh ketika kedua kakinya tidak mampu menopang tubuhnya sendiri. Kendaraan itu melaju setelah ia benar-benar keluar. Eric mengatur napas. Dadanya tercekat berulang kali. Tiap tarikan napas seperti sebuah tusukan. "Mas!" Teriakan itu terdengar keras, sesaat setelah pintu terbuka. Aira berlari. Ia menghampiri pria tersebut. Tubuhnya langsung bersimpuh di depan Eric. "Kamu kenapa, Mas? Siapa yang buat kamu seperti ini?" Dalam kondisi kesadaran yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD