51. Memilih

1655 Words

“Milda, lo beneran nggak kerja?”   Milda mengedikkan bahu. Mengacuhkan kakak sepupunya yang sudah berkacak pinggang di belakangnya. Milda sendiri memilih fokus mengguratkan warna pada buku gambar milik Kalea yang sudah hampir penuh oleh coret-coret warna.   “Onty, kasih warnanya satu arah.” Kalea mengoreksi gerakan tangan Milda yang tengah membubuhkan warna biru pada bagian langit di gambar gadis kecil itu. Dan sepertinya saat ini Kalea menyesal sudah membiarkan tantenya itu membantunya.   “Oke, Onty benerin. Maafin Onty ya...”  Milda meringis. Padahal saat masih sekolah dulu, Milda memiliki kemampuan menggambar dan mewarnai yang tidak buruk. Oh tentu saja, semasa sekolah dulu mana pernah Milda mendapatkan nilai buruk. Bahkan semua keahlian pun harus bisa ia kuasai saat itu. Tapi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD