Revin mengusap wajah. Kenapa dari banyaknya hari, Maminya harus mendengar dan mengetahui semua ini di hari yang sama saat Milda memutuskannya. Revin bisa gila. “Mami, Revin bisa jelasin. Tapi Revin harus ngomong dulu sama Mil—” “Jangan dikejar.” Tangan Revin yang sudah hampir menggapai gagang pintu terhenti di udara. Mendengar ucapa tegas dari sang Ibunda membuatnya berbalik. “Mi, tapi—” “Leave her alone.” *** Milda tidak tahu keajaiban dari mana hingga dirinya bisa menyetir tanpa hambatan kembali ke gedung apartemennya. Bahkan semesta ikut berkonspirasi untuk memberikan Milda kemudahan dan memutuskan untuk memperlanjatan laju lalu lintas siang hari itu. Tetapi ternyata semua energi Milda pada hari itu telah terpakai semuanya. Karena ketika perempuan itu turu