Bab 146

2442 Words

“Iya, Mba.” Setelah menjawab ucapan Asih, Arini akhirnya mengajak Anita untuk sekadar jalan-jalan menikmati udara pagi di kampung ini. Awalnya mereka berjalan tanpa tujuan yang benar-benar jelas. Anita hanya ingin keluar rumah sebentar. Beda halnya dengan Arini yang memang tidak ingin terus-menerus berada di dalam rumah dengan suasana yang semakin rumit setiap harinya. Keduanya menyusuri jalan kampung yang tidak terlalu ramai sambil sesekali menyapa warga yang mereka temui. Anita berjalan lebih pelan dari biasanya karena kondisi kehamilannya yang sudah makin besar. Beberapa kali Arini menyesuaikan langkah agar wanita itu tidak tertinggal. Sesekali mereka berhenti ketika ada tetangga yang mengenali Arini dan mengajaknya berbincang sebentar. Di sela-sela obrolan ringan itu, Anita lebih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD