Bab 136

2670 Words

Wanita itu menegakkan punggungnya kembali. Dagunya terangkat refleks. Sikap angkuhnya sudah mendarah daging sejak dulu. Amarah yang sempat tertahan di balik topeng itu kini keluar tanpa bisa ia bendung lagu. “Arka.” Suaranya berubah, bukan lagi mencoba meredam amarah Arka, melainkan balik menekan. “Kamu dengarkan Mama baik-baik. Perempuan itu sudah memanipulasi kamu. Kamu nggak sadar?” “Saya lebih sadar dari sebelumnya.” Mata Arka menatap dalam-dalam ke arah Samira. Dalam situasi saat ini, entah mengapa kebohongan terlihat jelas di sana. Padahal, biasanya Arka kerap tidak mampu membaca isi hati Samira. “Dia membawa rekaman itu ke sini. Dia sudah menyiapkan semua ini dari jauh-jauh hari. Kamu nggak berpikir untuk apa semua itu?” Samira melangkah turun dari anak tangga terakhir, memperpe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD