Arka berusaha untuk mengatasi masalah tersebut. Ia membanting setirnya ke kanan hingga bagian depan mobilnya menabrak pohon besar yang berdiri di sisi jalan. Benturan itu keras. Jauh lebih keras dari yang Arka perkirakan. Seluruh badan mobil berguncang hebat. Kaca spion sisi kanan retak hanya dalam hitungan detik. Dasbor bergetar. Suara tabrakan itu memekak, memantul di antara pepohonan yang berbaris rapi di sepanjang jalan. Sesaat, keduanya hanya diam. Di dalam mobil, Arini masih terpaku dengan tubuh yang menegang. Tangan perempuan itu mencengkeram sabuk pengaman begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih. Napasnya tidak lagi beraturan, putus-putus. Dadanya naik-turun diiringi pandangan kosong yang tertuju ke kaca depan. Ia menatap retakan kecil yang kini muncul di sudut kiri bawah.

