Keesokan harinya .... Sesuai permintaan Arini kemarin, Arka kini mengantar perempuan tersebut untuk pergi ke sebuah tempat. Sejak berangkat tadi, Arini tidak banyak bicara. Perempuan itu hanya menatap ke luar jendela sepanjang perjalanan, seakan sedang mempersiapkan dirinya menghadapi sesuatu yang besar. Sementara Arka beberapa kali melirik ke arahnya. Rasa penasaran terus mengganggu pikirannya. Kini keduanya ada di sebuah gudang lama yang terbengkalai. Bangunan itu sudah sangat tua. Di beberapa bagian kayunya sudah lapuk karena termakan usia. Cat dinding yang dahulu menutupi tembok sebagian besar telah mengelupas. Debu memenuhi hampir seluruh sudut ruangan. Bau lembap bercampur aroma kayu tua memenuhi udara di sekitarnya. Arka mengernyit ketika melihat tempat tersebut. Ia tidak menger

