Bab 19

1163 Words

“Leher kamu kenapa merah dan luka kayak gitu, Rin?” Sontak Arini menarik kerah kardigan cokelat rajut yang dikenakannya agar lebih menutupi bekas di lehernya. Ia tersenyum kikuk. “Di paviliun lagi banyak serangga, Mba. Semalam kayaknya digigit nyamuk, tapi aku nggak sadar.” Ia terpaksa mengarang cerita. Ah, andaikan nyonyanya itu tahu jika semua itu disebabkan oleh Arka. “Apa iya? Sejak kapan paviliun banyak serangga, Arin?” Anita melempar tanya seraya mengunyah pelan roti gandum yang sempat ia ambil sebelum Arini masuk ke dapur. “Iya, Mba, udah beberapa hari ini nyamuk emang lagi banyak-banyaknya.” “Kayaknya karena efek musim juga, ya. Musim hujan biasanya emang banyak nyamuk.” Wanita hamil itu menambahkan sendiri dan Arini pun hanya mengangguk membenarkan saja dugaan sang majikan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD