Bab 18

1079 Words

Pandangan Anita ke arah Arka yang penuh curiga membuatnya hanya mematung dengan posisi masih menggendong Arini. “Saya menemukan Arin pingsan di dapur pas mau ambil minum.” Dengan segera, Arka berusaha menormalkan ekspresinya yang sempat tegang. Mata yang masih mengantuk membuat Anita menguceknya beberapa kali. Ia mengalihkan perhatian ke Arini yang terkulai di gendongan Arka. “Baringin ke sofa aja, Mas.” Arka mengangguk dan melangkah ke arah sofa warna cokelat di ruang tamu. Ia baringkan tubuh gadis tersebut di sana. “Kamu kebangun? Ada yang sakit atau butuh sesuatu?” Pria tersebut melempar perhatian kepada Anita untuk sekadar menutupi apa yang telah ia lakukan kepada Arini. Ia tahu, dalam sikap diam Anita, tersimpan rasa curiga yang mulai muncul karena sempat melihat Arka menggend

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD