Bab 152

2770 Words

Tiga hari kemudian .... Langit di kampung masih berkabut tipis ketika dua mobil sudah teronggok di halaman rumah Narsih dan Yudi. Koper-koper sudah dimasukkan ke bagasi sejak subuh. Anita keluar rumah sembari menenteng tas kecil dengan wajah yang masih agak kusut karena bangun terlalu pagi. Raka sendiri berdiri di samping mobilnya, mengecek sesuatu di dalam ponsel sebelum akhirnya memasukkan kembali ke saku. Sementara Irna berdiri di teras dengan senyum yang tidak kunjung luntur sedari kemarin. Arka memilih menunggu sembari duduk di teras, tentu dengan Anita di sebelahnya. Bisa ia lihat wajah sang istri yang masih sedikit mengantuk. Wanita berbadan dua itu menyandarkan kepalanya ke pundak Arka. Matanya sengaja ia pejamkan—setidaknya Anita masih memiliki waktu sekitar beberapa menit u

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD