Bab 71

3064 Words

Arini berdiri di halaman paviliun, memandang ke arah gerbang rumah utama. Mobil Arka sudah tidak terlihat sejak satu jam lalu. Namun, ia masih di sana. Di tempat yang sama. Dengan tangan yang masih melepuh dan tubuh yang masih gemetar. Mbok Sarni bergegas keluar dari paviliun. Tangannya membawa segelas air putih dan sepotong roti, tentunya setelah ia memastikan jika Samira sudah dibawa pergi oleh Arka. “Arini,” panggilnya lembut. Ia menatap punggung perempuan berdaster cokelat tersebut. Arini berbalik. Wajahnya yang kusut tampak murung dan sendu. Bahkan kini kedua matanya mulai berkaca-kaca. Mbok Sarni melangkah mendekat. Ia duduk di salah satu bangku taman. Meletakkan segelas air putih yang ia bawa seraya menepuk kursi taman yang kosong. “Minum dulu. Cah Ayu belum makan dari pagi.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD