Bab 183

1235 Words

Arka memegang tangan Arini dengan erat saat mereka memasuki ruang tunggu rumah sakit swasta yang mewah itu. Usia kehamilan Arini sudah memasuki enam bulan, dan perutnya kini membulat indah, seperti bulan purnama yang lembut di bawah gaun maternity berwarna pastel yang ia kenakan. Cahaya matahari siang menyusup melalui jendela besar, menerangi wajah Arini yang semakin berseri meski kadang masih ada sisa kelelahan di matanya. Arka, seperti biasa, tampil rapi dengan kemeja lengan digulung hingga siku, tatapannya penuh kewaspadaan dan kasih sayang yang tak pernah pudar. “Mas, kamu nggak usah ikut terus-terusan ke dokter,” bisik Arini sambil tersenyum malu saat mereka duduk di kursi empuk ruang tunggu. “Kamu kan sibuk di kantor.” Arka menggeleng pelan, jari-jarinya menyusuri punggung tangan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD